Oplus_131072
PANDEGLANG – Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Nonformal (HMJ PNF) FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) kembali melaksanakan program unggulan keduanya bertajuk “Mendorong Kemandirian Usaha Lewat Potensi Emping serta Pemasaran Digital” yang berlangsung di Kampung Cipicung, Desa Giripawana, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Rabu 22/7/2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan potensi lokal yang dimiliki Desa Giripawana, khususnya usaha emping yang selama ini telah menjadi salah satu produk rumahan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, KKM HMJ PNF UNTIRTA menggandeng pengusaha emping sukses asal Menes/Cikeudal, *Hasanudin Jasari*, yang telah berhasil memasarkan bahkan mengekspor produk emping ke berbagai negara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Giripawana, *Hj. Heri*, perangkat desa, masyarakat, pelaku UMKM, serta mahasiswa peserta KKM HMJ PNF UNTIRTA.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Giripawana, Hj. Heri, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha emping di desa.
*”Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Hari ini kita akan mendapatkan wawasan baru dalam proses penjualan dan pengemasan emping. Emping di desa ini sebenarnya cukup banyak, masyarakat juga sudah memiliki kemampuan membuatnya karena bahan bakunya tersedia. Tinggal bagaimana pengelolaannya agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi,”* ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana KKM HMJ PNF UNTIRTA, *Sunendra*, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini lahir dari hasil pengamatan langsung terhadap potensi Desa Giripawana.
*”Kami melihat masyarakat di sini sudah memanfaatkan emping untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Namun menurut kami, potensi ini masih bisa dikembangkan menjadi usaha yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, kami mencoba hadir untuk menjembatani masyarakat yang selama ini aktif membuat emping, baik yang sudah berproduksi maupun yang ingin belajar mengembangkan usaha,”* ungkap Sunendra.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa selama sepuluh hari di Desa Giripawana bukan untuk menggurui masyarakat, melainkan menjadi ruang belajar bersama.
*”Kami hadir di sini selama sepuluh hari bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi kami ingin belajar bersama masyarakat. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dan menjadi awal lahirnya kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Giripawana,”* tambahnya.
Sebagai narasumber, Hasanudin Jasari membagikan pengalaman membangun usaha emping hingga mampu menembus pasar internasional. Ia juga membuka peluang kerja sama bagi masyarakat Desa Giripawana yang ingin mengembangkan usaha emping secara lebih profesional.
*”Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Giripawana untuk membangun kerja sama atau menjadi mitra usaha. Tentu dengan tetap mengikuti standar kualitas produk yang telah kami terapkan. Bahkan saya siap turun langsung ke desa apabila nantinya ada tindak lanjut atau keinginan dari masyarakat untuk mengembangkan usaha ini bersama,”* jelas Hasanudin.
Selain membahas strategi pengemasan dan pemasaran digital, Hasanudin juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa mengenai perjalanan usahanya dari nol hingga mampu menjangkau pasar dunia.
Ia menekankan bahwa keberhasilan usahanya bukan semata-mata karena skala produksi yang besar, melainkan karena membangun identitas produk melalui merek (branding) yang kuat.
*”Usaha saya sebenarnya tidak besar, tetapi saya memiliki label atau merek. Karena itulah emping atau keceprek yang kami produksi hari ini dapat dinikmati oleh masyarakat di Eropa, Jepang, dan berbagai negara lainnya,”* tuturnya.
Melalui program ini, KKM HMJ PNF UNTIRTA berharap masyarakat Desa Giripawana tidak hanya mampu memproduksi emping sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai pengemasan, branding, pemasaran digital, hingga membangun kemitraan usaha yang berorientasi pada pasar nasional maupun internasional.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa HMJ PNF UNTIRTA dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus membangun semangat kemandirian ekonomi melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital.
***
