KEPULAUAN SELAYAR – Sebuah kapal motor (KM) Nurul dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Musibah tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara 24 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim gabungan.
Insiden terjadi saat KM Nurul tengah berlayar membawa penumpang dan muatan menuju tujuan pelayaran. Dalam perjalanan, kapal diduga mengalami kendala di tengah laut hingga akhirnya tenggelam. Kondisi tersebut memicu kepanikan di antara para penumpang yang berupaya menyelamatkan diri.
Begitu menerima laporan kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur relawan dan nelayan setempat langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Sejumlah kapal penyelamat dan perahu milik warga turut dilibatkan guna memperluas area pencarian.
Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah ditemukan mengapung menggunakan pelampung maupun berpegangan pada bagian kapal yang masih terapung. Para korban selamat kemudian dibawa ke daratan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis.
Sementara itu, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi serta diserahkan kepada pihak keluarga. Hingga saat ini, sebanyak 24 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR terus menyisir area perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan memanfaatkan kapal pencari, perahu karet, serta dukungan pemantauan dari berbagai unsur yang terlibat. Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan gelombang agar proses penyelamatan dapat berlangsung secara optimal.
Pihak berwenang juga telah mengumpulkan keterangan dari para korban selamat dan saksi untuk mengetahui kronologi kejadian. Selain itu, manifest penumpang dan data awak kapal sedang dicocokkan guna memastikan jumlah korban secara akurat.
Penyebab pasti tenggelamnya KM Nurul masih dalam penyelidikan. Aparat akan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, termasuk kondisi kapal, kelengkapan keselamatan pelayaran, cuaca saat kejadian, serta faktor teknis lainnya yang diduga berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarganya. Posko informasi juga telah didirikan untuk memudahkan penyampaian perkembangan proses pencarian kepada masyarakat.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan atau sesuai dengan prosedur operasi SAR yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta memberikan ruang bagi tim penyelamat agar dapat bekerja secara maksimal dalam upaya menemukan para korban yang masih hilang.
